Wednesday, 15 September 2021

CORETAN MALAM DI MAKAM

CORETAN MALAM DI MAKAM 

Diatas makam pahlawan tercium bau darah
membalut pertiwi tertanam tulang putih
demi anak cucu masa kini
Mereka rela terhiris tubuh mereka rela melepas nyawa senyum  ketika tanahair diperjuangkan 
kini, ia menangis darah menyaksikan tanahair tercinta porak poranda kerana kecuaian kita sombong dan menghisap hak saudara sendiri
dengan rakus dan bengis seperti badut politik bertopeng dan yang bermain di lumpur hitam atas nama pemerintahan 
Inginkan kuasa atas nama apa saja demi harta ya, demi harta darah dan nyawamu pahlawan seperti tidak punya harga satu keperitan kepayahan yang dilalui terus dilukai kini bernanah 
Seperti ombak tidak henti mengecup bibir pantai lalu angin berbisik pada daun
Gugur daun akhirnya diselimuti pasir kerana rakusnya ombak 
Tidak ada suara kering  saat ranting jatuh
Hempas halus walau riuh sekampung
Sinar cahaya terangi bumi 
Tanamkan bunga rindu selalu
Peluk luka saat bara menyala 
Kesetiaan kejujuran keikhlasan jadikan raja 
di dada dalam perjuangan ini
Kita harus bangkit demi anak cucu 
Kita semua harus menanggalkan topeng topeng melindungi wajah
Merujuk pada kebenaran membangun agama bangsa dengan ikhlas demi masa depan anak cucu
Pemimpin hari ini berlandaskan berjuang adalah perniagian berpolitik adalah untuk kumpul dan mencari harta 
Pemimpin tanya rakyat nak apa? 
Pemimpin tanpa rakyat jadi apa? 
Mereka harus mengurus rakyatnya
Bukan mengeruk hartanya pusaka 
Segala kerja ada tanggung jawabnya
dunia akhirat
Apakah engkau lupa
Bahawa topengmu membuat luka?

CORETAN MALAM DI MAKAM 

Ku ingin udara bersih 
Ku ingin suasana nyaman
Ku ingin sahabat yang baik 
Apabila 
Ku ingin berjalan dengan hati
Ku ingin melihat dengan hati 
Ku ingin bicara dengan hati 
Ku ingin bekerja dengan hati
Ku ingin berfikir dengan hati 
Ku ingin apa saja kulakukan dengan hati 
Kerana hati tidak pernah bohong dari mata 
Kerana hati punya rasa kasih sayang 
Kerana hati aku bangkit bersama kamu dalam perjuangan ini 
Kerana hati juga memilih  benar dan salah
Walau mulut bicara apa
Hati tetap mengakuinya
Perjuangan demi masa depan anak cucu generasi bangsa dihormati dihargai disanjungi 
Bercinta ibadah terpanjang dalam hidup
seorang yang bijak aku menjadikannya inspirasi untuk menjadi yang selalu mencuba mencari kebaikan rasa sayang padamu
Engkau bagai pelangi  indah 
Engkau perpaduan pelangi dan senja
Seolah ada kenikmatan yang saat berteduh lisanmu selalu terukir mangkin membuatnya indah tidak ter kata
Aku mencuba merungkai kemungkinan untuk boleh bertemu dengan kenangan bersamamu memahami setiap kata yang engkau tuturkan
Berusaha mengilhami dengan berbagai nilai keindahan
Kadang kala aku temukan adalah bayang  tentang seorang pahlawan utuh ketika tersenyum saat dihina dicaci seperti sempurna menguatkan jiwa raga
Dikala ada mencuba merosakan masa depan anak cucu umpama duri dalam daging

CORETAN MALAM DI MAKAM 

Saat bunga di musim hujan jatuh perlahan menabur aroma wangi mengurai makna di hati
Ikhlas jiwa menitipkan rasa biarlah pergi membawa luka lara moga akan mengering tanpa dendam sebab yakin harapan tergenggam demi agama bangsa tanahair tanahmelayu 
Terima kasih telah memberi pelita pada perjuangan ini melahirkan keindahan di putik 
memberi warna mewangi menjadi cinta mengurai senyum merasakan jantungmu berdetik demi masadepan anak cucu generasi bangsa 
Kukirim doa agar kau bahagia menjadikan rumah bersama sinar matahari terbit penuh bahagia bertabur cahaya purnama 
Merasai manisnya kehidupan hingga menutup usia dan mewariskan semangat pahlawan demi agama bangsa tanahair tanahmelayu 

CORETAN MALAM DI MAKAM 

sahabatmu
##srikumarvb
Muar

No comments:

Post a Comment